Sunday, 3 December 2017

Review Sariayu Martha Tilaar - The Original Lipstick Swatches

Holaa peps!

Time for another review uhuy. Sebenernya ini postingan sudah dibuat lama, tapi tapi tapi begitulah nasib blog ini. Semuanya jejer di draft tanpa diselesaikan dan segala macem. Sebelumnya gue mau ngasih klaim dulu yaa. Postingan ini gue bikin untuk show support for Moeslema dan Sariayu.

Sekitar di awal tahun, aku sama tim dari moeslema sempet coba produk lipstick ini. Kalian bisa baca artikel dari tim moeslema di sini.

Aku cuma mau share singkat soal lipstick ini.
Lipstick ini dijual seharga Rp 52.800 di website resminya. So far harga segini cenderung so-so untuk brand yang sudah punya nama.

Lipstick ini punya total 15 warna yang merupakan warna-warna pilihan dari seluruh rangkaian trend warna sariayu. Waktu itu aku sempet coba 6 dari 15. Swatch untuk keenam warna tersebut bisa kamu liat di video ini.


Lipstick ini menurutku enak dibibir dalam artian lembut, mudah diaplikasikan dan ga bikin kering. Hasil akhirnya satin-cenderung glossy. Mungkin karena memang produk ini menggunakan castor oil atau orange oil (tergantung warnanya) kali yah. Lipsticknya juga lumayan awet untuk ukuran lipstik yang tipenya kayak gini.


Warna favoritku sendiri diantara 6 warna tersebut adalah Apokayan 1. Soalnya warnanya paling cocok di mukaku dan paling everyday-and-every situation sort of color.

As for final verdict, menurutku kalau kamu bosan dengan tipikal lipstick matte dan nyari something local, kamu bisa cek produk ini. Yang paling menyenangkan menurutku adalah keunggulan dari produk Sariayu adalah jangkauannya. Jadi prodduk ini gampang dicari dan wherever you are, kamu bisa dapetin produk ini dengan mudah.

So yeah that's all for the sort review today!
Thank you for reading dan semoga ini cukup informatif yaa mentemen 💗

Saturday, 2 December 2017

Typically My Man dan Sedikit Soal Jodoh

Oh hiii peps!
Welcomee back to the wedding diaries dan selamat hari SABTU!

Heem kali ini saya mau bahas soal doa dan sedikit banyak soal si abang dan seputar jodoh.
Jodoh itu emang ga ada yang tau, masa depan saya sama abang juga ga ada yang jamin atau tau. Yang pasti saya cuma bisa berdoa, sabar, dan berusaha supaya semuanya lancar dan kami bisa jadi pasangan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dunia akhirat. Amiin yaa Allah.

Sekilas tentang abang, apa kata orang buat saya ga pernah penting. Tapi bukan berarti saya ga pernah "main" fisik. He is taller than me, so yeaaah that's a very, and perhaps the only, important physical features that on my list. Saya mau bisa jalan berdampingan pake heels gitu kaya di tipi ._.

Speaking of what people said, memasuki umur 20 saya mulai mempertimbangkan apa kata keluarga. Kata orang emang ga penting, tapi kata keluarga menurut saya penting. Sebagai perempuan, kita itu akan "diambil" oleh keluarga pria. Jadi setidaknya ada beberapa hal yang saya ingin lakukan untuk keluarga saya, terutama ayah, sebelum kewajiban saya berbakti sudah "pindah ke tangan suami".

Hows their impression about him? He pretty much get the same impression, simple and humble man. Saya bilang, Amiin yaa Allah... Amin Allahumma Amiin.
Siapa yang gamau kaan punya suami simpel dan humble?

Sedikit bahas soal jodoh, pernah denger ayat ini?
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."
QS. Al-Mu’min: 60

Iyap, ayat ini juga berlaku untuk jodoh dan sebagai penjelas jodoh yang saya maksud dalam postingan ini adalah jodoh ke pasangan yaa peps. Dari dulu selain minta pasangan yang lebih tinggi, saya juga pengen kalau suami saya kaya ayah. Ah, emang yaa dad is daughter first and eternal love.

Sebelum pindah kerja ke Bandung, saya pernah denger ceramah. Intinya karena Allah SWT itu maha pemberi, minta tuh yang detail. Kalau dijabah artinya emang itu takdir kita, kalau engga yaa artinya ada yang lebih baik. Ini lah yang saya pengang untuk mimpi-mimpi saya. Tapi karena saya anaknya mudah terhasut, mimpi saya jadi makin banyak dan doa saya ga detail-detail banget akhirnya karena banyak pertimbangan. Doa utama saya yaa bimbing saya di jalan yang berkah untuk menjalani kehidupan. Karena kalau berkah InsyaaAllah apapun mimpi saya saya akan selalu bahagia dalam prosesnya seberat apapun jalannya.

Saya juga pernah bahas soal jodoh sama bu bos saya. Dulu dia minta orang yang bisa buat dia bahagia aja. Sesederhana itu dan Alhamdulillah itu dikabulkan Allah tapii karena doa nya ga detail ada aja kurangnya.hihihi Tapi tetep bahagia kan yang penting.

Balik ke soal si abang, beberapa bulan menjelang pernikahan, pas banget saya tersadar kalau doa saya dijabah Allah dan lengkap kap kap sampe ke hal bodor yang Ayah suka lakukan pun si abang suka lakukan ._.

Lalu saya cuman bisa ketawa, terheran, dan beneran takjub sama kuasa-Nya. Gimana engga, coba bayangin suatu hari ayah pernah ke Bandung tapi lupa bawa kunci kamar kosannya, ketinggalan di rumah. Untungnya ayah harus dinas luar besoknya. Jadilah ayah tidur di kosan saya. Seminggu kemudian, si abang did exactly the same. Kuncinya ketinggalan di rumah.

Lalu begitu pun banyak hal bodor lainnya. Kalau udah kejadian kaya gitu, saya tinggal bingungnya aja harus gimana.wkwk

So yeah lesson learned. Semoga doa untuk anak cukup lengkap. Kembar 3, cowo, sholeh, sehat, cerdas, dan unyu. Iya unyu karena tampan biasa dan kata orang kalo cowo tampan gampang bikin sakit hati. Jangan sampe anak saya gampang bikin orang sakit hati :")

Amin yaa Allah

Dari saya yang hampir lima bulan menikah <3

Thursday, 30 November 2017

ZAP Underarm Hair Removal Review di ZAP Bandung - Update

Haii peps!
Another review is coming!
Yap kali ini gue mau update soal underarm hair removal di ZAP Bandung. Untuk kalian yang belum baca postingan pertama yang gue buat, kalian bisa cek di sini!

Update-an kali ini, aku mau bahas soal apa yang terjadi begitu kalian ga rutin melakukan hair removal sebulan sekali. Jadi kalau kalian mau tau soal proses, enak engganya, gimana tempat serta pelayanan di ZAP Bandung, kalian bisa cek ke postingan pertama tadi ya peps :)

Karena beberapa hal, sering banget gue ke skip tratment selama hampir 3 bulan. Yang artinya garansi dari ZAP ini juga batal. Biarpun begitu, sejujurnya gue selalu puas setiap habis treatment ke ZAP.

FYI, ZAP kasih garansi kalau kalian rajin treatment maksimal 6 minggu, setelah 8 kali tratment dengan rutin tapi masih tumbuh bulu, kamu bisa mendapakan treatment dengan setengah harga.
http://zapclinic.com/menghilangkan-bulu-permanen-zap
Screenshoot hasil akses tanggal 29/11/2017

Balik lagi ke soal tratment Underarm Hair Removal yang aku lakuin, ini yang terjadi waktu kamu skip tratment dan tidak mencukur.
http://zapclinic.com/menghilangkan-bulu-permanen-zap
Screenshoot hasil akses tanggal 29/11/2017
Does it happen?
YES!

Sambil curhat yah, kemarin karena repot akhirnya gue skip lah itu laser underarm sudah hampir 3 bulan. Lama ya sis :")

Rambut akan kembali tumbuh tapiii lebih halus dan lebih lambat, meskipun hasilnya bervariasi. Jangankan tiap individu, gue ketek kiri dan kanan pun beda.xixixi

Di ketek kanan, bulu tumbuh tapi selama dua bulan bahkan setengah cm pun ga sampe. Kaya beberapa hari setelah cukur. Anehnya itu terjadi selama dua bulan. Biasanya kalau cukur, gue seminggu sekali udah gemes. Anyone?

Di ketek kiri, bulu tumbuh halus tapi subur dan memanjang. Karena dua bulan sudah lebih dari satu cm dan gue belum juga ada kesempatan buat ke ZAP biarpun lewat setiap les di PVJ, jadi lah akhirnya setelah dua bulan ga cukur, gue memutuskan untuk mencukur bulu ketek kanan dan kiri. Ga tahan!

Dan ini yang pengen gue ceritain, what happened if you shaved?

Gue sejujurnya agak ngerasa aneh. Setiap selesai cukur karena kelupaan tratment (udah dua kali) gue ngerasa bulu tumbuh normal.
Ga selambat kalau kita treatment.
Lambat sih, mengingat dari bulan kedua sampai bulan ketiga ini gue cuma cukur sekali, tapi ga selambat setelah treatment.

Yang gue gemas, bulu tumbuh lebih tebal karena si akar ga kecabut.

What happened if you pluck or wax the hair?

It has been so long since I pluck or wax underarm hair. Alesannya karena bikin gatel pas mau numbuh. Tapi pernah sih sekali wax sama nyabut, gue ngerasa ketek lebih mulus karena emang bulunya beneran ke cabut semua). Cuma yaa gitu ga enaknya, tumbuh lagi dan sama aja tebelnya kaya cukur. Ga sehalus kalau treatment.

Final verdict:

Gue harus mencoba rutin. Kalau bisa ambil paket yang tahunan. Ini wothed banget (soalnya yang life time udah ga ada, tapi setahun itu jatohnya kalian dapet diskon 50%).
Sejujurnya penasaran sama hasil kalau udah setahun. Setelah diingat-ingat, gue memulai ZAP juga karena liat video Youtuber asal Australia, Wengie. Di videonya, dia jawab pertanyaan orang, "kok itu ketek mulus," dan jawabannya adalah laser hair removal. See it here...


Gue pun sampai pernah minta beliin ke suami alat laser hair removal yang bisa dipake di rumah loh. Setiap ayah ke Singapura juga pengen nitip tapi atuhlah bapak-bapak mana ngerti ginian :")

Saran untuk yang mau ke ZAP

Good for you!
Ini nolong banget buat yang mudah gemas sama bulu-bulu.

Tapi kalian harus inget, perawatan apa pun tetap perlu maintenance yaa peps. Aku saranin kalian ambil paket underarm sekalian yang setahun. Biaya pendaftaran 500rb, biaya paketnya 999rb. Kalau kalian punya CC BCA malah lebih bagus, bisa dicicil 3 kali. Jadi kalian bayar 500rb per bulan tapi bisa merasakan manfaatnya selaa 12 bulan kedepan.

Menarik bukan?
Aku mah apa, ngajuin CC BCA ditolak, cuma bisa berharap dari kartu anak ._.
Nabung dulu aja yaak.

Kalau misal kalian gamau beli yang setahun dan mau coba dulu, gapapa coba aja beli sekali. Atau beli yang series, dari 1jt jadi 975rb. Bisa buat dipake perawatan apa aja yang harganya 250rb asal tetap 4x.

Kenapa sih harus paket?
Karena kalau beli paket, kalian bisa booking sementara kalau ga paket gabisa booking.

Oh dan kalau sudah booking, jangan telat atau reschedule kurang dari satu jam sebelum janji. Soalnya kalau engga bisa di anggap datang biarpun kalian ga dateng :")

And yap that's all yaa peps for the updated review on ZAP Underarm Hair Removal Review.

Oh iya gue kebetulan les di PVJ dan ada ZAP disana. Jadi biasanya sekalian les sekalian kesana. Tempatnya pun enak, bersih, wangi, dan pelayanannya paling mantep di antara semua ZAP outlet yang pernah gue datengin.

Wednesday, 29 November 2017

What I Learned From: Sholat berjamaah

Oh hi peps! How are you?
It’s been like ages since I wrote this blog and I’m sorry for my blog.
If you are wondering, kenapa tiba-tiba gue buat posting dengan judul kayak gini, heem all I can say is, “I just want to share.”

Postingan ini murni dibuat dari apa ang gue sadari semenjak menikah. Why? Setelah menikah, Alhamdulillah hampir setiap hari ada aja sholat jamaah. Subuh sama Isya paling sering. Kalian tau kan kalau kedua sholat ini adalah sholat yang paling susah untuk dilakukan? Makanya nih, ayat atau hadist yang bilang menikah itu menyempurnakan agama menurut gue bener banget.

Sebelum lanjut membaca ada klaim yang ingin gue buat.

Pertama, level ilmu agama gue sesungguhnya mungkin jauh di bawah kalian yang lagi baca ini. So, I kindly ask you to correct me if I’m wrong. In polite manner, preferably.
Kedua, tulisan ini dibuat berdasarkan apa yang gue rasakan. Pengalaman spiritual orang beda-beda and appreciate difference.
Ketiga, perhaps, seperti yang gue bilang di poin kedua, di tulisan ini gue mencoba menuliskan pake logika. I know agama is not a logic manner, tapi tolong dianggap ini sebagai hikmah sholat berjamaah yang gue petik.

and here they are...

Hal yang paling pertama gue rasakan adalah belajar sholat dengan lebih tertib. 

Iya tertib, tumaninah, yang merupakan rukun sholat ketigabelas. Pernah ga sih kalian ngerasa sholat diburu-buru padahal kita seharusnya meresapi setiap gerakan dan kalimat yang kita ucapkan dalam bahasa arab?
Nah ini, dengan sholat berjamaah kita “dipaksa” mengikuti ritme si Imam yang seringkali lebih santai daripada waktu kita sholat sendiri.

Bisa jadi lebih cepet sih, I’ve been there before dan rasanya capek sholat Isya plus teraweh 23 rokaat dalam waktu setengah jam? Yep, I told you I’ve been there. Gue sendiri tipikal orang yang sholat relatif cepet. Engga tergesa-gesa, tapi cenderung cepet. Waini, waktu sholat teraweh yang kayak gitu rasanya takjub ada yang super express. Alhasil gue pindah masjid besoknya.

Balik lagi ke ritme Imam yang kebanyakan lebih pelan. 

Inilah yang membuat gue menyadari hal yang kedua yaitu, dengan sholat jamaah kita bisa menyempurnakan gerakan sholat.

Kenapa?
Karena kita punya comparison di depan mata (iyaa soalnya kalau jamaah di rumah sama suami kan cuma berdua). Gimana posisi kaki, gimana letak tangan, dan gimana-gimana hal lainnya yang kita secara ga sadar jadi perhatiin. Ini membuat gue justru mencari mana yang benar, mana yang salah. Membuat gue berpikir keras apakah gerakan sholat gue udah sempurna belum sambil pelan-pelan mengingat-ingat semua ajaran tentang gerakan sholat yang mungkin belum gue amalkan.

Jadi kalau kalian suka yoga dan kalian paham dasarnya, kalian pasti paham dong hubungan gerakan sholat dan yoga? Yup selamat, dengan melakukan gerakan sholat dengan lebih sempurna maka secara ga langsung kalian melakukan gerakan sederhana yoga. Oh iya, gerakan sujud bagus loh buat ibu hamil. Bisa membantu mencegah posisi bayi sungsang!

Hal selanjutnya yang bisa gue rasakan adalah memperbaiki bacaan/hafalan Al Quran. 

Seorang Imam emang indeed diharapkan lebih baik ilmu agama dan bacaan sholatnya. Tapi ga menutup kemungkinan Imam bisa salah. Apalagi kalo Imamnya laki-laki kan? If you know what I mean.


Nah Bahasa Arab sendiri menurut gue adala bahasa yang paling ribet. Salah panjang pendek bisa jadi masalah. Makanya sekarang kalau sholat jamaah, terutama sholat yang Imamnya dianjurkan untuk memperkeras suaranya, gue jadi sering memperhatikan bacaannya. Apakah sama dengan apa yang ada diingetan gue. Kalau beda, gue cek mana yang bener.

Terus kalau udah tau yang bener yang mana diapain?
Heem, kalau imamnya adalah suamiku atau aku mengenalnya, maka aku akan memberikan informasi yang tepat kepadanya. Jika bukan dan aku tidak mengenal imamnya, maka akan kujadikan pelajaran supaya besok-besok pelafalan ayat Al Quran yang aku ucapkan menjadi sempurna. (dibaca ala ala Dayang Sumbi waktu menyebut sumpah sebelum dia ketemu sangkuriang)

Next, belajar menikmati waktu.

Kok bisa?
So, even in the most hectic day, we are “being pushed” to do it. Mencuri waktu. Well seharusnya pekerjaan itu imbang sama waktu ibadah, tapi namanya manusia dan dunia, seringkali kita justru mencuri waktu sholat untuk bekerja. Gue selalu merasa kalau Allah itu baik banget karena selalu menegur gue dengan cara yang baik. Waktu gue kecapean, gue dikasih sakit dan setiap sakit itu pula gue sadar kalau gue memang perlu istirahat.

Sambil sedikit curhat, pernah ga sih kalian merasa hidup kalian berjalan dengan begitu cepat?
I do in so many times, even now. Itu wajar karena waktu emang berjalan.

Ritme hidup gue semenjak mendekati lulus kuliah bisa dibilang ngebut. Bayangin nih, gue wisuda selasa dan tadinya gue berencana pulang kerumah di hari sabtu. Apa boleh buat malahan besoknya (atau malah hari itu juga) gue langsung pulang dan meninggalkan kosan begitu saja.

Ga cuma itu peps, gue langsung kerja di hari seninnya. Jadi bener-bener gada waktu tunggu dan waktu ngaso di rumah. Lalu selanjutnya gue disibukkan dengan wara wiri dunia kerja. Ga lama kemudian, udah lebaran aja dan tau-tau gue sudah “diminta” oleh keluarga suami gue. Lalu Oktober udah dapet gedung buat nikah, Desember tunangan, dan gue memulai awal tahun denganpindah kantor. Selesai kerja di moeslema.com tanggal 28 Februari dan tanggal 1 Maret-nya udah masuk di kantor baru. Luar biasa ga tuh? Terus dari situ hidup gue dipenuhi bolak balik Jakarta-Bandung setiap weekend buat urus nikahan. Lalu tau-tau Juli dan tau-tau sekarang udah November lagi.

Terus hubungannya apa?
Nah dengan sholat jamaah, selain tiga hal yang gue sebutkan di atas, gue ngerasa punya waktu lebih buat merenung dan curhat sama Allah sambil sholat.

Kok bisa?
Lha iyaa wong sholatnya lebih santai, lebih tertib, lebih meresapi bacaan. Gimana engga?
Begitu selesai baca bacaan sholat dan punya waktu lebih karena imam belom selesai (pas sholat jamaah zuhur dan ashar) gue sering banget ngerasa itu adalah waktu buat berfikir soal kehidupan dan reflect on what we already did. Kalau ada salah yaa tentunya sambil minta maaf dan kalau ada yang menyenangkan yaa sambil bersyukur. Sesederhana itu sih.

Hal terakhir yang gue pelajari sampai saat ini dan InsyaaAllah akan terus bertambah adalah itu "me time terbaik sama suami"

Dan yap, pacaran setelah menikah itu memang lebih baik, nyaman, dan enak ketimbang sebelum menikah. Sejujurnya dengan status sebelum menikah yang belum jelas, bahkan pegangan tangan pun rasanya ga tenang. Kalau udah nikah? Bebas sis.wkwkwk
Tapi tapi daripada sekedar physical contact yang umum dilakukan asangan, menurut gue sholat berjamaah itu adalah hal yang paling nyaman. Ibadah dalam ibadah, that some sort of feeling. Sholat bareng, ngadep ke Allah bareng, dan yang paling seneng doa bareng.
It's more than just sholat bareng pacar and I mean it!

Lalu sepertinya sudah sampai disitu dulu apa yang gue bisa ceritakan ke kalian. Ada yang bisa kalian share ga soal hikmahnya sholat jamaah? Komen yaa di bawah!

PS: Yap memang baiknya suami sholat jamaah di mesjid. Bukan di rumah. Sebisa mungkin suami juga gue anjurkan ke mesjid. Tapi karena suami berangkat abis subuh dan pulang juga melewatkan adzan isya di jemputan kantor, jadilah akhirnya bareng terus di rumah. Tapi kalau lagi hari libur, biasanya suami subuh di mesjid.


Thank you

Wish you another cherish day peps!

Wednesday, 16 August 2017

A letter to my husband, part V

Happy annyversary by the way <3

Semoga kita selalu punya visi yang sama.
Makin sayang sama keluarga besar.
Punya anak kembar tiga dan cowo semua (ini tetep yah disebut terus).
Selalu sehat daan semoga selalu bisa saling mendampingi dan nyamangatin terus untuk sama-sama mencapai mimpi masing-masing dan mimpi bersama kita :3

A letter for my husband, part IV

Ahoyy sudah part keempat. Sungguh gatau apa yang aku tulis kak kemarin-kemarin ._.
Mungkin waktu aku baca, aku bisa jadi guling-guling karena isin ._.
But anyway, hows life?
Semoga kamu sehat terus yaah :)

Hari ini tanggal 2 Januari 2017, iyak udah 2017. Sekarang semuanya mulai dihitung mundur ke Juli.
Yaa Allah udah mau juli gimana dong...

So this has been 3 weeks since we engaged.
Tau gak kamu ada hal yang bikin aku seneng banget waktu cek-cek foto pas hari tunangan kita?

Mukamu! hahaha

Engga, engga, tolong jangan ge er dulu yah kak. Please jangan!
Muka kamu ga berubah, tetep ga lebih ganteng dari Chanyeol. Beneran :/
Sampe hari ini pun aku masih ngangep Chanyeol lebih ganteng :/

Orang bilang cinta itu buta, engga kok engga buta. Buktinya aku masih tau mana yang ganteng :3

Tapi yaa gitu, ada satu hal yang dari dulu selalu aku pengen liat dari orang lain dan kamu yang punya ternyata hihihi
Alhamdulillahnya sekarang (pas kamu baca) kamu udah bukan orang lain lagi.

Penasaran apaa? Tanya doong ke aku. Kan udah mau sebulan jadi suami akuu sekarang!

Btw kak, Qline apa kabar?
Aku yakin kamu udah berusaha keras selama 7 bulan ini. Semoga lancar dan Qline bermanfaat yah buat Indonsia.
*nanti kalau sudah ada detail soal Qline, aku bakalan update di blog kok soal detail A-Z soal aplikasi ini!

Berhubung masih nuansa tahun baruan, aku kepikiran sama pertanyaan kami soal target tahun pertama pernikahan. Sungguh aku ga kepikiran target macem-macem selain bisnis keluarga suah mulai dijalanin dan sudah mulai stabil gerakannya. Senggaknya udah ga keteteran lagi. Alhamdulillah kalau sudah punya follower stabil dan penjualan yang lumayan. Masalah bisnisnya aku masih bebas sih. Apapun boleh asal halal dan kita berdua sama-sama punya kemampuan dan minat dibidangnya. Amiin yaa Allah.
*btw ini resousi aku di tahun 2017 loh kak

Berhubung ini baru banget ganti hari a.k.a tengah malem, selamat istirahat!
Love you my hustler!

Sunday, 30 July 2017

A letter for my husband, part III

Oh hi theree yang katanya mau surat cinta dari aku!
Congratulations i already made it before you ask. Tapi kamu bacanya 7 bulan lebih setelah aku tulis :")

Hari ini tanggal 16 November, we are going to get engaged less than a month!

Kabar dukanya, kemarin kakaknya ibuku meninggal :"(
Ibu sering cerita kalau kakaknya suka beliin ibu dan adik2nya yg lain kalau punya uang, aku harap sampai kapanpun, biarpun kita udah resmi jadi suami istri, aku bisa ngelakuin itu terus menerus.

Oh i got a new app today. Called Marry Planner. Hope this app works so well :)
Balik ke soal kita, waktu kamu ngajak bagi bagi tugas, aak seneng banget. Bawaanya sih mau bilang, please ngepel sama jemur kamu doong.ahahah
Aku suka basah-basahan tapiiii gasuka pegang pelan. I just hate the feeling when i touch anykind of mop. Tapi aku suka nyuciii. Ngucek cucian sih lebih tepatnya. Sisanya lebih suka oper ke mesin.wakakak

Aah kalau mika bilang, kita berdua indeed anak mami bangets. Cemen :/

Semoga bisa lebih setrong deh kedepannya.
Btw, harusnya ini udah minggu kedua nikah. Kita udah bikin kesepakatan soal banyak haalll beluuumm???

Kalo belum, heem baiknya kamu tanya aku setelah baca open letter ini kak *kalo dibaca.kekeke